Suka Duka di Bengkel Diri


Mulanya mengenal Bengkel Diri dari akun Instagram teman yang sempat berbagi di IG Story nya bahwa pendaftaran Bengkel Diri Level 1 sebentar lagi. Karena penasaran apa sih Bengkel Diri itu? Akhirnya saya pun berkunjung ke halaman profil Instagramnya. Mengutip dari highlight akun @bengkel.diri bahwa "Bengkel Diri adalah Kelas Online non formal, yang kurikulumnya dirancang sebagai self Islamic improvement project, semacam pengembangan diri dengan mengembangkan potensi religius siswa. Sebagaimana namanya 'Bengkel' dimaksudkan agar setelah mengikuti program ini, 'software' jiwa siswa terbarukan, terefresh agar hidupnya lebih optimal".

Jujur, saya waktu itu hanya modal nekad untuk daftar, dengan harapan jiwa saya terbarukan sesuai dengan visi dari Bengkel Diri itu sendiri. Tanpa tau nanti bisa nggak ya saya istiqomah mengikuti perkuliahannya hingga akhir dan dinyatakan lulus?

Hasil jepretan saya setelah mengikuti perkuliahan materi Smartphone Photography & Editing di kelas Bengkel Diri Level 1

Alhamdulillah kenekadan saya berbuah manis. Meskipun mulanya sempat kejar-kejaran antara menyimak materi setiap 3 hari sekali dan juga mengerjakan tugas sebelum deadline, qadarullah perlahan saya pun mulai mampu memanajemen waktu saya hingga mendapatkan ritme yang sesuai. Mencuri-curi waktu untuk menyimak materi kapan pun dimana pun. Baik saat anak sedang tidur, sambil bepergian, dan lain lain. Semangat tentu naik turun, apalagi saat di penghujung kelas akan segera berakhir. Tapi apabila niat kita untuk terus mengupgrade diri kian besar dan meluruskan niat menuntut ilmu demi mencari ridha Allah, insya Allah rasa malas mampu dikalahkan. Banyak sekali ilmu yang saya dapatkan selama berkuliah di Bengkel Diri, diantaranya: ilmu fiqih keluarga, jurnalistik, bisnis, tahsin club, fotografi, psikologi, public speaking, parenting, dan masih banyak lagi yang dapat saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Masya Allah. 

Adapula hal yang tidak kalah berkesan bagi saya adalah kewajiban bagi kami para siswa Bengkel Diri untuk melaporkan Laporan Amaliyah Harian setiap pekannya. Bagi saya yang sebelumnya masih malas melakukan ibadah sunnah, Alhamdulillah dengan adanya kewajiban ini yang awalnya dipaksakan lama-lama menjadi kebiasaan yang apabila belum dikerjakan (shalat dhuha, mengaji, dsb) seperti ada yang mengganjal dalam diri saya. Masya Allah sungguh nikmat rasanya menjadi bagian dari Bengkel Diri. Benar-benar saya merasakan terefresh kembali jiwa ini.

Tidak ada yang kebetulan. Saya percaya ini qadha Allah yang mempertemukan saya dengan para fasilitator yang luar biasa menginspirasi dan teman-teman shalilah di Bengkel Diri Level 1 dan 2. Rasanya ingin selalu didekatkan di dalam lingkungan komunitas ini. Semoga tali ukhuwah tetap terjaga meskipun kelas Bengkel Diri ini telah selesai.

Komentar